CERITA 1
Kisah ini terjadi sekitar tahun 2011, dimana saat
itu saya duduk dikelas 10 dan Citra adik saya duduk dikelas 6. Kisah ini
menceritakan tentang adik saya Citra, dirumah kami memiliki sebuah kursi goyang
kayu yang disimpan diperbatasan ruang keluarga dan ruang tamu. Setiap jam 06.30
Citra dijemput oleh mobil “BOBOHO” yaitu angkot antarjemput yang selalu jemput
anak SD di perumahan. Saat itu jemputan sekolahnya datang telat sehingga Citra
nunggu sambil duduk dikursi goyang tersebut, tapi entah kenapa dia duduk dengan
posisi yang salah yaitu berlutut sambil menghadap ke belakang kursi goyang dan
bagian depan tubuhnya bersandar pada sandaran kursi goyang. Awalnya ia asik duduk
dikursi goyang dengan posisi seperti itu, padahal mama udah negur kalau posisi
itu bahaya. Sekitar pukul 06.45 jemputan datang, kebiasaan mobil jemputan itu
kalau udah mau sampai depan rumah biasanya suka ngeklaksonin tapi hari itu
engga, pak supir mencet klakson pas depan rumah dan Citra otomatis kaget terus
dia panik. Entah dia lupa atau gimana, dia gegabah gerakannya dengan posisi
duduk dikursi goyang kayak gitu. Otomatis kursi goyangnya berat kebelakang dan
akhirnya citra ngejungkel kebelakang dengan posisi tengkurap dan kaki diatas,
pas saat detik-detik jatuh dia sempet teriak “Mamaaa…” dan mama langsung lari
dari dapur, bukannya nolongin malah mama ngetawain Citra dulu terus dirumah kan
punya kucing namanya Cimeng dia biasanya tiap pagi suka nongkrong deket pagar
nah pas denger suara “Gubraaak…” dia langsung lari kedalem dan duduk disebelah
badannya Citra.
CERITA 2
Kalau cerita ini tentang kisah temennya Citra
namanya Ridwan. Waktu itu lagi praktek renang, nah dia tuh gak bisa renang
sedangkan pak gurunya udah bilang kalau yang gak bisa renang diam dulu di sisi
kolam renang. Entah dia gak denger atau gimana tiba-tiba dia nyebur dan kaki
sama tangannya bergerak gak beraturan, nah dia gak sadar kalau didepannya itu
pak gurunya. Akhirnya gara-gara tangan yang gak beraturan itu dia nampar pipi
gurunya, gurunya bukan nolongin dia yang hampir tenggelam malah marah-marah.
Pas dia udah ditolongin sama temen-temennya, dia dikasih tau kalau dia udah
nampar guru olahraganya itu. Ekspresi dia langsung bengong dengan muka datar
terus kata temennya “kerja bagus” soalnya guru itu killer banget.
